AS-Iran mencapai kesepakatan awal akhir perang, penandatanganan dijadwalkan Jumat

DUBAI: Pejabat Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (14/6) mengatakan, mereka telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang, menghentikan blokade AS terhadap Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, nasib program nuklir Iran masih akan dibahas dalam perundingan lanjutan. Kesepakatan awal ini langsung menekan harga minyak dunia.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulis Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social sekitar pukul 17.30 waktu setempat di Washington pada Minggu.

Unggahan tersebut muncul tak lama setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator, mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai pada Senin dini hari waktu setempat.

Nota kesepahaman itu diselenggarakan secara resmi pada Jumat (19/6) di Swiss.

Iran menyebut perundingan damai ‘tidak masuk akal’ setelah serangan Israel di Lebanon
Rincian pasti kesepakatan tersebut belum diketahui. Dalam unggahan di platform X, Sharif mengatakan, pakta itu bertemu “penghentian segera dan operasi militer permanen di semua front , termasuk di Lebanon”.

Lebanon menjadi salah satu titik krusial dalam negosiasi, setelah Israel dan Hizbullah mengabaikan seruan Trump dan pihak lain untuk menghentikan serangan mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataannya, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan, perang dan operasi militer di semua lini , termasuk Lebanon, akan berakhir secara permanen mulai Senin malam.

Belum ada tanggapan langsung dari Israel, yang sebelumnya menyatakan bukan bagian dari perundingan AS-Iran.

SELAT HORMUZ AKAN DIBUKA KEMBALI


Trump mengatakan, Selat Hormuz, jalur pelayaran utama bagi pasokan minyak dan gas dunia yang secara efektif telah ditutup Iran selama berbulan-bulan, akan dibuka kembali pada hari Jumat. Ia juga menyatakan telah memerintahkan larangan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump.

Harga minyak langsung turun setelah pengumuman tersebut. Kontrak berjangka Brent turun 4 persen pada awal perdagangan Senin, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun lebih dari 4,6 persen. Pasar saham Asia juga menguat.

Mantan juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada era Presiden Joe Biden, Matthew Miller, mengatakan, Trump telah memberikan konsesi penting kepada Iran demi mengembalikan situasi seperti sebelum perang dimulai.

“Kita tidak memiliki jaminan bahwa program nuklir Iran akan benar-benar teratasi, tetapi Iran telah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka dapat menyandera perekonomian global dan memperoleh sesuatu dari AS sebagai ketidakseimbangannya,” tutur Miller.

Iran setuju buka jalur pelayaran Selat Hormuz selama dua minggu ‘jika serangan dihentikan’

Setelah terkena serangan AS, apa Iran akan membalas dengan menutup Selat Hormuz?
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menuturkan, kesepakatan yang lebih luas akan dirundingkan selama masa gencatan senjata 60 hari, termasuk terkait sanksi pelonggaran terhadap Iran.

Program Nasib nuklir Iran, yang juga menjadi isu pelik, akan dibahas dalam perundingan lanjutan tersebut, menurut sumber yang sebelumnya berbicara kepada Reuters.

Ribuan orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon, telah tewas sejak pasukan AS dan Israel pertama kali menyerang Iran pada 28 Februari. Iran kemudian menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS serta secara efektif memblokade Selat Hormuz, yang mendorong kenaikan harga energi global. Sebagai balasannya, pasukan AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Perang dengan Iran juga menjadi beban politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu sela November, karena pengawasan menunjukkan warga AS semakin kecewa akibat kenaikan harga bahan bakar. Namun, Trump juga menghadapi tekanan dari sebagian anggota partainya yang menuntut agar program nuklir Iran dihentikan sepenuhnya.

Senator Partai Republik Lindsey Graham, yang dikenal sebagai pendukung garis keras terhadap Iran, memuji kesepakatan tersebut tetapi mengatakan ia akan “mengavasi dengan saksama” negosiasi terkait program nuklir Iran.

“Berdasarkan hukum kami, setiap negosiasi nuklir dengan Iran harus disampaikan ke Kongres untuk ditinjau dan diputuskan melalui pemungutan suara,” ujarnya. “Selamat kepada semua pihak yang telah membawa kita sampai pada tahap ini.”

Pada masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS keluar dari perjanjian multilateral Iran tahun 2015 yang dinegosiasikan oleh Presiden Demokrat Barack Obama. Kesepakatan itu mencabut sanksi terhadap Teheran sebagai ketidakseimbangan atas program nuklir Iran, termasuk inspeksi internasional.

Iran kemudian meningkatkan pengayaan uranium dan menghasilkan lebih dari 400 kilogram material dengan tingkat kemurnian yang mendekati standar senjata nuklir. Nasib uranium tersebut diperkirakan menjadi salah satu poin utama dalam perundingan mendatang.

https://www.cna.id/?cid=google-search_cna-id-bahasa-sem-always-on-news-group_paid_05052026_cnamkt&gad_source=1&gad_campaignid=22823908961&gclid=CjwKCAjw6MPRBhBTEiwAd-7Mry_z93-R0zGpVVpUcBzzr0lXx5MyjGslDugIk1ev8iOX7pwU_7ab3RoCffsQAvD_BwE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *