Ratusan SPPG di Jawa Tengah Berhenti, Sejumlah Orangtua Minta MBG Balita Dievaluasi

Oleh Kristi Dwi Utami

14 Jun 2026 08:18 WIB · Nasional

atusan satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG di sejumlah wilayah di Jawa Tengah berhenti beroperasi sementara karena dana operasional belum cair. Kondisi itu membuat penyaluran program Makan Bergizi Gratis atau MBG untuk anak balita terhenti. Di tengah situasi itu, sebagian orangtua penerima manfaat justru mengaku bersyukur program tersebut dihentikan sementara. Mengapa demikian?
Kabar mengenai berhentinya operasional sejumlah SPPG di beberapa wilayah Jateng mulai beredar dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu informasi itu diterima April (28), warga Kabupaten Purworejo, pekan lalu.
Awalnya, ibu dari bayi berusia 12 bulan itu mendapat informasi dari kader posyandu bahwa penyaluran MBG dihentikan sementara karena adanya persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di SPPG. Setelah terhenti selama dua hari akibat masalah tersebut, penyaluran MBG sempat kembali berjalan pada Senin-Selasa (8-9/6/2026).

Namun, mulai Rabu (10/6/2026), penyaluran MBG kembali dihentikan. Kali ini, alasannya karena dana operasional SPPG belum cair. Bukannya kecewa, April mengaku justru senang jika program tersebut dihentikan.
”Semoga MBG bisa dihentikan secara permanen supaya tidak menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara ugal-ugalan. Kalaupun tidak dihentikan, sasaran penerimanya perlu dievaluasi. Mungkin lebih baik diberikan kepada anak yang terindikasi stunting atau berasal dari keluarga kurang mampu, tidak dipukul rata untuk semua,” kata April, Sabtu (13/6/2026).Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai dokter itu mengatakan, anaknya mulai menerima MBG pada April 2026. Pada awal pelaksanaan, MBG disalurkan setiap Senin hingga Sabtu. Belakangan, jadwalnya diubah menjadi Senin hingga Jumat.
Menurut April, menu MBG yang diterima anaknya selama ini tidak sesuai untuk bayi berusia di bawah satu tahun. Menu yang diberikan disebut serupa dengan menu MBG untuk pelajar, seperti nasi dan sayur tumis dengan bumbu yang cukup kuat.
Iklan
Iklan

Tak jarang pula anaknya menerima makanan berbahan dasar tepung. Selain tidak sesuai untuk bayi seusia anaknya, makanan tersebut juga dinilai kurang memenuhi kebutuhan gizi. Akibatnya, makanan itu kerap berakhir menjadi pakan ayam.
”Beberapa kali juga anak saya mendapat susu kotak yang pada kemasannya tertulis tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 12 bulan. Jadi serba mubazir,” ujar April.It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English.

https://www.kompas.id/artikel/para-orangtua-di-jateng-justru-bersyukur-mbg-balita-disetop-sementara-mengapa-demikian?open_from=Section_Terpopuler

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *