Sejumlah siswa berada di halaman ruang kelas Sekolah darurat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Beutong Ateuh Banggalang, Desa Kuta Teungoh, Nagan Raya, Aceh, Kamis (23/7/2026). Sebanyak 125 siswa terpaksa belajar di ruang kelas darurat yang terbagi tiga ruangan dan digabung enam kelas akibat bangunan sekolah mereka rusak pascabencana banjir bandang yang terjadi akhir November 2025 lalu.© ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher mengatakan, Ombudsman mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menggelontorkan dana sekitar Rp 18 triliun untuk perbaikan sekolah di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan seusai menghadiri acara bertema “Opini Ombudsman RI: Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026” yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Selasa (28/7/2026).
Free Domain with Hosting – Secure Hosting, Low Prices – Fast & Secure Web Hosting
hostinger.com·Bersponsor
Saat diwawancara seusai acara, awak media meminta tanggapan Nuzran soal bangunan SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jateng, yang sempat menjadi perhatian nasional. Hal itu karena para siswa di sana memperoleh Makan Bergizi Gratis (MBG) tapi dengan kondisi bangunan sekolah yang rusak cukup parah.
Menanggapi hal itu, Nuzran mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo memiliki banyak program di bidang pendidikan. “Kami menyambut baik bahwa pemerintahan Pak Prabowo, kan banyak sekali di bidang pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, kemudian ada Sekolah Garuda, ada nanti bantuan rehab di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan membangun,” ujarnya.
Menurut dia, program perbaikan atau renovasi bangunan sekolah tersebut sudah berjalan. “Ini akan dilakukan secara nasional ya. Kalau tidak salah (anggarannya) ada Rp 18 triliun,” kata Nuzran.
Nuzran menambahkan, Ombudsman RI akan turut memantau pelaksanaan perbaikan bangunan atau gedung sekolah tersebut. “Kami dengan Kejaksaan Agung akan dilibatkan dalam pengawasan dana pendidikan untuk rehab ini. Mudah-mudahan di Jawa Tengah ini berjalan dengan baik,” ucapnya.
Setelah potret kondisi bangunan SDN Tanggirejo di Grobogan viral, pemerintah memastikan akan segera memperbaiki sekolah tersebut. “Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut membantu perbaikan gedung yang rusak. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kemendikdasmen melalui BBPMP Jawa Tengah, dan insya Allah sekolah ini akan mendapatkan bantuan revitalisasi. Minggu depan akan dilaksanakan perjanjian kerja sama,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Sadimin, saat meninjau SDN Tanggirejo pada Kamis (23/7/2026).
Menurut Sadimin, setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, dana bantuan ditargetkan cair pada Agustus 2026. “Insya Allah dana bulan Agustus cair, sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki. Ada lima ruang kelas yang akan direhabilitasi,” ujarnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan. “Anak-anak sementara belajar di ruangan yang masih aman dan layak digunakan, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan,” ucap Sadimin.
Selain memastikan percepatan revitalisasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada SDN Tanggirejo.
SUMBER: Ombudsman RI puji Prabowo kucurkan Rp 18 triliun untuk perbaiki sekolah rusak




