Ringkasan Berita:
- Pengamat Jamiluddin Ritonga menyebut lima menteri ekonomi berpotensi masuk reshuffle kabinet.
- Penilaian tersebut dikaitkan dengan hasil survei SMRC yang menunjukkan kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo turun menjadi 51,1 persen.
- Lima nama yang disebut ialah Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, Budi Santoso, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Bahlil Lahadalia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lima menteri bidang ekonomi berpotensi diganti Presiden Prabowo Subianto, seiring tingkat kepuasan publik merosot hingga 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir.
Kepuasan publik tersebut muncul dari survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), di mana tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun tajam menjadi 51,1 persen pada Juli 2026 dari sebelumnya 81,2% pada November 2025.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyampaikan temuan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap sektor-sektor strategis nasional.
“Besarnya penurunan itu berkaitan dengan kepuasan yang rendah dalam bidang ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Hal ini berpengaruh besar terhadap menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo,” kata Jamiluddin, Selasa (29/7/2026).
Jamiluddin merinci daftar pejabat di bidang ekonomi yang dianggap layak diganti demi memperbaiki kinerja pemerintahan secara menyeluruh, di antaranya:
- Airlangga Hartarto
Airlangga dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo pada Oktober 2024.
Ia pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, juga menjabat sebagai Menko Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
2. Zulkifli Hasan (Zulhas)
Zulhas menjadi Menteri Koordinator Bidang Pangan di pemerintahan Prabowo pada Oktober 2024.
Kementerian tersebut merupakan lembaga baru yang dibentuk untuk mencapai target swasembada pangan nasional.
Zulhas sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada era Presiden Jokowi pada 2022-2024.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
3. Budi Santoso
Budi yang merupakan pejabat karier dan ASN Kementerian Perdagangan, ditunjuk Presiden Prabowo menjadi Menteri Perdagangan pada Oktober 2024.
Ia menjadi ASN di Kemendag sejak Maret 1994, pernah menduduki posisi Sekjen Kemendah dan Direktur Perdagangan Luar Negeri.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso.
4. Purbaya Yuhdi Sadewa
Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani dalam Kabinet Merah Putih.
Ia sebelumnya menduduki posisi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025.
Purbaya yang dikenal sebagai ekonom senior pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di bawah komando Luhut Binsar Panjaitan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
5. Bahlil Lahadalia
Bahlil menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melanjutkan posisinya di bawah Kabinet Merah Putih kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia pertama kali dilantik untuk posisi ini pada 19 Agustus 2024 di era Presiden Jokowi, lalu kembali dipercaya dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.
“Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Bahlil Lahadalia juga layak di reshuffle. Sebab kebijakannya yang kerap kontroversial di bidang energi kerap mempengaruhi bidang ekonomi,” tutur Jamiluddin.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.




